Salah satu kelebihan Keranjang Takakura adalah praktis, mudah dipindah-pindah dan bisa ditempatkan di mana saja. Bahkan di dapur pun bisa. Prinsipnya, tempat tersebut tidak terkena sinar matahari langsung dan memiliki sirkulasi udara yang bagus.

Tidak ada belatung pada Keranjang Takakura kendati setiap hari, para pemakai memasukkan sampah. Asal belatung adalah dari telur lalat. Kendatipun lalat telah bertelur pada makanan dan makanan tersebut dimasukkan ke Keranjang Takakura, telur lalat tersebut tidak akan menjadi belatung karena bahan-bahan yang ada di dalam keranjang takakura, misalnya, sekam, tidak memungkinkan perkembangbiakan belatung.

Tidak. Namun untuk sayuran basi sebaiknya dicuci dulu dan ditiriskan, baru dimasukkan ke Keranjang Takakura.

Keranjang Takakura dedesain untuk ukuran sampah rumah tangga sehari-hari dengan maksimum penghuni 7 orang. Bila jumlah anggota keluarga lebih dari itu, sebaiknya memakai Keranjang Takakura lebih dari satu buah.

Cara paling gampang adalah dengan meletakkan telapak tangan kita kurang lebih 2 cm di atas kompos. Bila terasa hangat, bisa dipastikan proses pengomposan berjalan dengan baik. Bakteri yang mendukung proses pengomposan sedang bekerja. Bila telapak tangan tidak terasa hangat, bakteri tidak bekerja maksimal. Bisa jadi kompos starter tersebut terlalu kering hingga memerlukan air. Percikkan air pada kompos tersebut. Pelan-pelan, suhu dari starter tersebut akan meningkat dengan bekerjanya mikroorganisme yang mengubah sampah menjadi kompos.

Ya, proses perubahan sampah organik menjadi kompos akan lebih cepat terjadi bila sampah yang berasal dari sayur ataupun buah-buahan dicacah terlebih dahulu.

Sisa sayur dan sisa-sisa masakan ataupun buah-buahan. Caranya dengan memotong kecil-kecil (mencacah) buah ataupun sayuran. Upayakan memasukkan sayuran yang belum basi. Bila sayuran telah basi, cuci dulu sayuran tersebut, tiriskan, dan bisa dimasukkan ke komposter Takakura.

Umumnya, keranjang Takukura penuh antara 2-4 bulan, tergantung jumlah sampah yang dimasukkan. Bila sudah penuh, ambil sepertiga bagian paling atas. Kompos yang diambil tadi didiamkan 14 hari, barulah bisa dipakai. Sedangkan yang tetap tinggal di keranjang, bisa dipakai sebagai starter untuk pengomposan kembali.

Kenapa dipilih kardus, karena kardus tidak kedap udara. Bisa saja diganti denga media lain, misalnya karpet. Sistem pengomposan Takakura tergolong aerob di mana bakteri tergantung pada pasokan udara. Kardus juga berfungsi sebagai perangkap starter kompos agar tidak tumpah, karena keranjang yang dipakai memiliki lubang yang relatif besar. Sedangkan bantal sekam di bagian bawah keranjang berfungsi sebagai penampung air lindi dari sampah bila ada, sehingga bisa menyerap bau. Bantal sekam juga berfungsi sebagai alat kontrol udara di tempat pengomposan agar bakteri berkembang dengan baik.